Trying to stick to your diet? Try these flavorful, healthy options
I’m a firm believer that dieting and losing weight doesn’t mean you have to subsist on bland, boring cardboard. With that in mind, I’ve put together a list of strategic skinny eats, each of which has its own unique way of satisfying your taste buds while blunting your appetite. I encourage you to peruse my list and use these tasty bites to your advantage!
Pumpkin pudding
Decadent, creamy pudding for less than 150 calories—and it helps you lose weight! Just combine a 6-ounce container of nonfat vanilla yogurt with ½ cup canned 100% pure pumpkin puree and a dash of cinnamon. The pumpkin bulks up the yogurt—already a protein-rich, nutrient-packed food—and adds a hefty dose of fiber. This winning combo of protein and fiber expands in your stomach, keeping you full long after you finish, so you’re not looking for more munchies an hour later.
Vegetable soup
Studies have shown that just by starting a meal with a fiber-rich bowl of broth-based veggie soup, you can reduce your total calorie intake by 20 percent. That’s because this “veggie first course” helps to fill you up, so you wind up eating less at the main meal.
Story continues below ↓advertisement | your ad here
Cucumber tomato salad
Thanks to their high percentage of water (95%!), cucumbers are low-calorie, high volume, and top-notch for weight loss! Slice up one whole cucumber plus a medium tomato, then toss with light vinaigrette or unlimited vinegar (balsamic or red wine is delish) plus 1 teaspoon olive oil. The entire salad has only 125 calories!
Ginger green tea
Nursing a warm mug of tea is a calorie-free way to de-stress after a long day without falling prey to emotional eating. As an added bonus, research suggests that regularly drinking green tea may give you a slight calorie-burning advantage. Steep your tea with a thin slice of ginger root for an extra punch of flavor.
Fiery chicken salad
Adding a few dashes of fiery hot sauce to your food sloooows down your eating big time so you’re less likely to eat past the point of fullness. For a simple lunch, whip up a chicken salad with diced chicken breast, 1 tablespoon reduced-fat mayo, hot sauce to taste, and any diced veggies on hand. Serve over a bed of lettuce (and have a glass of water handy!).
Shrimp cocktail
At around 8 calories apiece, shrimp are a fabulous source of lean protein, which helps rev your metabolism and keeps you feeling full for hours. Next time you dine out, start your meal with a shrimp cocktail appetizer. When you’re eating at home, dunk your shrimp in this could-not-be-easier cocktail sauce recipe: simply combine 1 tablespoon ketchup with 1 teaspoon bottled horseradish.
6 skinny (and delicious) foods for weight loss
Posted by Biroe21 at 10:29 PM 0 comments
Labels: beauty, Body, Cancer; Woman Health, Diet, Fitness, Food, Food-Beverage, Kecantikan, kesehatan, makanan, Man Health, Perawatan Perut
Mengoptimalkan Tinggi Badan Anak
Secara genetik, orang-orang yang tinggal di Asia seperti Jepang dan Indonesia memang memiliki ukuran tinggi badan lebih pendek dibanding orang Barat sana. Namun, genetik orangtua yang pendek bukanlah "vonis mati" bahwa anaknya juga bakalan pendek.
"Buktinya, anak-anak di Jepang saat ini cenderung tinggi-tinggi badannya, lho. Sebaliknya, anak-anak Eropa masa kini konon lebih pendek dari orang tuanya, yang kemungkinan disebabkan gaya hidup dan pola makan orangtuanya yang buruk," ujar ahli tulang Dr Brilliantono SpOT FICS MD PhD MBA dalam acara temu media "Boneeto If I'am Taller Contest" yang diselenggarakan PT Fonterra Brands Indonesia di Jakarta, Sabtu (14/11).
Dokter yang berpraktik di Halimun Medical Centre Jakarta itu mengungkapkan, tinggi badan anak bisa dioptimalkan melalui asupan gizi yang baik dan aktivitas olahraga yang tepat.
Seperti kita ketahui, usia bayi hingga remaja merupakan masa tumbuh kembang yang kritis. Pasalnya, masa ini merupakan pertumbuhan dasar yang akan memengaruhi dana menentukan perkembangan anak selanjutnya.
"Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi bisa sangat cepat. Sebab itu, kalau beli baju atau sepatu untuk anak tidak usah yang terlalu mahal atau bermerek terkenal. Paling-paling dalam 3-6 bulan sudah harus ganti lagi," tukas Toni, sapaan akrab Brilliantono.
Masa-masa emas tersebut tentu tidak boleh diabaikan karena tidak akan berulang. Pada masa balita misalnya, selain pertumbuhan fisik, juga terjadi perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional, kecerdasan yang merupakan landasan bagi perkembangan selanjutnya.
Perlu diketahui juga bahwasanya pertumbuhan fisik akan memengaruhi perkembangan motorik anak. Toni menegaskan, asupan nutrisi berperan penting dalam proses tumbuh kembang anak, terlebih pada usia bayi sampai remaja dimana tulang dan gigi, otak dan syaraf serta fisik, sedang tumbuh dan berkembang pesat.
"Bila tumbuh-kembang tidak baik, tinggi badan anak biasanya tidak bertambah secara optimal, berat badan tidak bertambah atau berkurang, serta terganggunya perkembangan fisik dan kognitif anak," beber Toni yang bertahuntahun menimba ilmu di Jepang.
Orangtua dapat dengan mudah melihat atau mengukur pertumbuhan anak melalui salah satu indikator utama, yaitu tinggi badan. Tinggi badan adalah hal paling mudah diamati. Selain dipengaruhi faktor genetis dan hormonal, nutrisi juga merupakan faktor yang berperan penting.
Gangguan kesehatan anak dapat berakibat pada pencapaian tinggi badan yang tidak optimal, yang mana anak cenderung lebih pendek dari anakanak sebaya lainnya.
"Anak yang terganggu gizinya bisa diamati dari badannya yang kurus tapi tidak pendek; tidak kurus tapi pendek; atau pendek dan kurus. Nah, penanganan gangguan gizi pada anak yang pendek dan kurus menjadi prioritas utama. Dalam kasus ini,kemungkinan ada gangguan akut yang juga sudah kronis," katanya.
Mengingat genetik orang Indonesia yang tidak terlalu tinggi,ratarata orangtua menginginkan anaknya berbadan tinggi. Lantas, upaya apa yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan tinggi badan si kecil? Salah satu yang paling populer adalah asupan kalsium dari susu yang penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi.
Anak usia 4-8 disarankan mengonsumsi 800 miligram kalsium per hari untuk pertumbuhan tulang dan mengoptimalkan kepadatan tulang. Pemberian susu kepada anak-anak juga memerlukan cara dan waktu tepat, sehingga manfaat susu dapat terserap optimal oleh tubuh.
"Asupan 400 miligram di pagi hari ketika mereka membutuhkan energi dan 400 miligram menjelang tidur malam, akan membantu sel beregenerasi dan tumbuh optimal. Kalau anak tidak bisa minum susu, bisa digantikan dengan sumber kalsium dari makanan seperti tempe," saran dia.
Untuk membangun tulang yang kokoh, asupan kalsium perlu dibarengi vitamin D yang akan membantu tubuh menyerap kalsium lebih efektif. Sumbernya bisa dari makanan (terbanyak pada sayuran dan buah) maupun paparan sinar matahari pagi. Hal lainnya yang tak kalah penting adalah aktivitas olahraga.
Toni memaparkan, kalsium masuk ke dalam tubuh melalui mulut, lalu diserap usus dan beredar dalam darah. Nah, untuk masuk ke dalam tulang diperlukan proses pemompaan ke dalam tulang melalui aktivitas olahraga, terutama yang melibatkan high impact seperti lompat, loncat dan peregangan.
"Untuk anak yang terbaik adalah basket. Sebab, dalam olahraga ini ada unsur lari, lompat, loncat, sekaligus disenangi anak karena ada aspek 'bermain kasar' seperti senggolan," sebutnya.
Ditemui dalam acara yang sama, pebasket nasional Rommy Chandra, membenarkan bahwa aktivitas seperti basket dapat mendukung proses pertumbuhan anak, karena di dalamnya terdapat teknik-teknik berolahraga yang mampu mengoptimalkan pertumbuhan sel tulang.
Lay up, under the basket shoot, dan jump shoot adalah berbagai teknik dalam basket yang dapat menstimulasi pertumbuhan tulang paha dan tulang belakang sehingga menjadi lebih optimal.
"Sejak kecil saya memang hidup di lingkungan keluarga yang suka olahraga seperti bulu tangkis, karate, dan voli. Saat SMA, saya baru tertarik basket. Atas dorongan pelatih di sekolah,akhirnya saya masuk ke dalam tim basket sekolah," tutur pemilik tinggi badan 190 sentimeter itu.
Pria yang memiliki anak kembar itu mengungkapkan, memilki tubuh tinggi telah membawanya meraih kesempatan berharga serta pengalaman seru dalam hidup.
Dari basket pula ia dapat menjalin pertemanan lebih luas dengan banyak teman dari dalam dan luar negeri, meraih berbagai prestasi mewakili Indonesia di ajang internasional, dan yang pasti melihat dunia dengan lebih luas.
Posted by Biroe21 at 5:32 AM 0 comments
Labels: Bayi dan Anak, Body, Family Health, Food, Ibu dan Anak, Kandungan, Kehamilan, kesehatan, Kids, Kids Health, Parents, Teenager, Tips and Trick
Cokelat Sang Pemicu Gairah
Cokelat memicu pelepasan hormon dopamine dalam tubuh.
Cokelat banyak diminati orang karena rasa dan aromanya yang khas. Rasa cokelat yang nikmat itu sedemikian hebat sehingga dapat memberikan kesan seperti kecanduan.
Ini adalah akibat adanya berbagai zat penting yang terkandung dalam bubuk cokelat (berasal dari kakao solid). Kandungan bubuk cokelat antara lain adalah zat yang lazim disebut sebagai phenyl-ethyl-amine (PEA).
Zat ini berkemampuan meningkatkan penyerapan tryptophan oleh otak, yang pada gilirannya akan meningkatkan kadar 5-hydroxy-tryptamine dalam jaringan otak.
Zat yang terakhir ini akan segera membentuk dopamine, yakni suatu zat yang dapat memberi perasa nikmat (semacam kecanduan). PEA juga dapat bersifat sebagai aprodisiak, yakni mampu meningkatkan rangsangan seks (libido), baik pada laki-laki maupun perempuan.
Oleh sebab itu, pada zaman dulu para raja Aztez (cokelat mula-mula memang berasal dari Amerika Selatan) selalu meminum semangkuk cokelat sebelum berhubungan seksual dengan istri-istri mereka.
PEA ini juga yang sering menimbulkan gejala craving (gejala ketagihan) pada cokelat yang terjadi pada sementara orang (terutama pada para ibu-ibu saat menstruasi).
Cokelat juga mengandung sekelompok zat yang lazim disebut nacyl-ethanol-amine (NEA). Zat ini dapat bereaksi pada receptor cannabinoid di pusat saraf, yaitu sejenis reseptor pada sel-sel saraf, yang dapat memberi efek seperti rangsangan obat psikotropika. Oleh sebab itu, cokelat kadang-kadang dapat menimbulkan kesan fly bagi mereka yang mengkonsumsinya.
Ramuan Madura, Simbol Keperkasaan Kaum Adam dan Hawa.
Kalau mendengar kata Madura pasti pikiran kita langsung tertuju pada hasil Garamnya, dan kalau baru-baru ini sih ya... Jembatan Suramadu.tapi lain cerita dengan yang sedang kita bahas disini sekarang, disini kita akan membicarakan sisi lain "Madura" dari sudut pandang dunia Herbal, yupss.. betul sekali, yakni Ramuan Madura..
Ramuan Madura merupakan olahan rempah-rempah tradisional yang alami dan diracik dengan resep ala Madura orisinil, yang diwariskan secara turun temurun sampai generasi sekarang.
Sedangkan bahan dasar dari ramuan tersebut biasanya berasal dari tumbuh-tumbuhan Herbal seperti jahe, ginseng, kunyit, asam, telur, madu, dan ada pula yang berasal dari ikan atau hewan lain, misalkan diambil minyaknya.
Karena bahan dasarnya yang alami itulah, Ramuan Madura hampir tidak mempunyai efek samping sama sekali. meskipun ada, kecil sekali efeknya dan tidak berbahaya.
Tapi kebanyakan aman dan tidak mempunyai efek samping, karena kebanyakan jamu-jamuan herbal tersebut sudah mempunyai ijin dari Depkes RI dan BP POM, jadi anda tidak perlu khawatir akan perijinannya.
Dari segi kualitasnya, sejak dulu sudah terkenal manjur dan tokcer. Silahkan klik dsini untuk membaca reviewnya di salah satu situs dengan ikon Luna Maya tsb.
Sebagian besar masyarakat sudah banyak yang tahu akan kualitas Ramuan Madura ini, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Bahkan sudah banyak negara-negara yang mengimpor Ramuan Madura ini.
Kebetulan aku kenal seorang teman yang sudah pernah mengekspor Ramuan Madura ini ke Malaysia dan Jepang.
selain itu juga banyak Produsen Ramuan Madura ini yang mengekspor produk-produknya ke Luar negeri.
Dengan bahan yang alami (Jamu Herbal) dan kualitas yang bagus, tidak heran bila Ramuan Madura ini sudah terkenal sejak ratusan tahun yang lalu.
Yang terkenal dari Ramuan Madura ini adalah Sari Rapet nya kaum hawa dan Jamu untuk Keperkasaan kaum adam. Dan satu lagi, misalnya bagi kalangan perempuan, yakni jamu Tongkat Madura yang dipercaya dapat meningkatkan kualitas fungsi seksual. Tak hanya itu, ada lagi beberapa jamu khas Madura lainnya, yang diperuntukkan khusus bagi kalangan perempuan.
erikut ini ada beberapa jenis ramuan khas Madura.
Tongkat Madura
Ramuan ini memiliki khasiat yang baik bagi organ intim perempuan. Tongkat Madura ini adalah sebuah ramuan tradisional yang berbentuk stick. Dibuat dari bahan-bahan akar dan tumbuhan terpilih. Ramuan ini telah dipakai oleh kalangan perempuan Madura sejak ratusan tahun yang lalu. Bermanfaat untuk menguatkan otot kewanitaan, menghilangkan keputihan, dan merapatkan organ intim. Selain itu, Tongkat Madura ini juga dapat menghilangkan bau yang tak sedap di organ kewanitaan, mengurangi lendir berlebih dan membuat otot kewanitaan semakin ketat.
Empot-Empot
Jamu tradisional Madura yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Ramuan ini bermanfaat untuk merapatkan organ kewanitaan, dan dapat menimbulkan denyut-denyut istimewa dari organ intim perempuan. Selain itu juga, dapat mengurangi lendir yang berlebihan. Akan sangat baik jika diminum dan dikombinasikan dengan Jamu Rapet Wangi.
Rapet Wangi
Hampir mirip dengan khasiat Jamu Empot-Empot. Jamu tradisional khas Madura yang satu ini bermanfaat untuk merapatkan organ kewanitaan, mengurangi lendir yang berlebihan dan menghilangkan keputihan. Bedanya, jamu Rapet Wangi ini dapat membuat organ intim perempuan menebarkan bau wangi. Inilah kelebihan dari jamu Rapet Wangi.
Nah, jika anda merasa penasaran untuk mencobanya, ramuan-ramuan Madura ini bisa anda dapatkan dimana saja, di toko-toko obat ataupun toko-toko jamu di kota anda. Rasakan manfaat dan khasiat ramuan asli tanah air ini untuk kualitas fungsi seksual anda. Jaga dan rawatlah organ intim anda itu demi kebersihan dan kesehatan diri. Buatlah pasangan lelaki anda selalu bahagia berada di samping anda.
ref:berbagai sumber
Posted by Biroe21 at 5:10 AM 0 comments
Labels: beauty, Food, health, Herbal, Kecantikan, kesehatan, Making Love, multiple orgasme, Obat Kuat, Obat Tradisional, orgasme, Wanita
Turunkan Kadar Gula Darah Dengan Pare
Pare, sayur pahit yang satu ini memang menyimpan kejutan, tahukah Anda bahwa sayur yang satu ini bisa menurunkan gula darah Anda?
Tak banyak yang mengetahui bahwa pare bisa untuk para diabetesi, sebuah studi dari Jurnal Ethnopharmacology menyatakan bahwa baik pare segar maupun yang dikeringkan dalam jumlah 1.5 ons - 3 ons bisa membuat kadar gula darah turun sebanyak 48%, membuat toleransi glukosa membaik tanpa terjadi peningkatan insulin, serta memperbaiki kadar gula darah puasa pada diabetesi. Memang ini sangat baik untuk para diabetesi akan tetapi hati - hati dalam menggunakannya jika kadar gula darah Anda normal.
Komposisi pare sangatlah beragam, rasa pahit pare yang merupakan karakter khasnya disebabkan karena kandungan cucurbitacins. Diantara komposisi ini terdapatlah Charantin yang merupakan suatu bahan primer dalam mengurangi regulasi gula darah. Charantin membuat suatu reaksi penurunan gula darah (hipoglikemik). Pare juga mengandung suatu peptida yang menyerupai sifat insulin, salah satunya adalah polipeptida P dan alkaloid. Kandungan lain dalam pare pun turut serta dalam efek perubahan gula darah. Pada penelitian percobaan yang dilakukan ke manusia, pare menunjukkan perubahan signifikan dalam pengontrolan gula darah setelah mengkonsumsinya dan menghasilkan efek penurunan gula darah.
Salah satu metode untuk menggunakan pare adalah dengan membuat jus pare segar ukuran kecil dan buatlah sebanyak 50ml pare (1,5 ons) sampai 100 ml (sekitar 3 ons) lalu dibagi menjadi 2 atau 3 dosis sehari. Perlu diingat jus pare ini sangatlah pahit.
Meskipun pare sangat baik untuk menurunkan gula darah, akan tetapi harus diperhatikan penggunaannya apalagi jika Anda seorang diabetesi yang menggunakan obat - obatan untuk mengontrol kadar gula darah Anda. Jangan lupa untuk memonitor kadar gula darah Anda jika Anda memutuskan untuk memakai pare sebagai tambahan pengontrol kadar gula darah. Jika Anda sedang dalam pengobatan bersama obat gula sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter Anda sebelum Anda menggunakan pare bersama obat Anda karena pare bisa menyebabkan kadar gula darah Anda turun drastis bila memakai terlalu berlebihan. Sedangkan untuk riwayat alergi terhadap pare belum pernah ada penelitiannya.
dr.Intan Airlina Febiliawanti
Posted by Biroe21 at 9:36 PM 0 comments
Labels: beauty, Food, Kecantikan, kesehatan
Bahan Alami Jadikan Kulit Anda Berseri
Memiliki kulit berseri dan bercahaya adalah impian setiap kaum hawa. Tak hanya dengan berbagai rangkaian perawatan di salon kecantikkan terkemuka, kulit berseri juga bisa Anda miliki dengan berbagai cara tradisional.
Konon bahan-bahan alami terbukti dapat memberikan nutrisi yang baik, hingga kulit tetap terlihat sehat dan terawat. Kulit yang cantik kini bisa Anda dapatkan melalui bahan alami seperti, kopi dan outmeal.
Oatmeal
Jenis makanan yang satu ini ternyata tak hanya sehat untuk jantung oatmeal namun juga sangat berkhasiat bagi kesehatan kulit. Caranya mudah, sediakan 5-6 sendok outmeal, madu secukupnya dan susu bubuk atau susu cair.
Campur seluruh bahan menjadi satu, jika menggunkan susu bubuk berarti anda harus menambahkan air, secukupnya. Aduk menyerupai bubur, kemudian oleskan pada kulit dan gososk hingga sel-sel kulit mati terangkat. Kemudian bersihkan tubuh dengan menggunakan sabun yang sesuai jenis kebutuhan kulit Anda.
Kopi
Kopi terbukti mengandung anti oksidan yang sangat tinggi, sehingga bisa membantu mencegah penuaan dini pada kulit. Berbagai manfaat lainnya yang bisa Anda dapatkan dari kopi, diantaranya bisa membuat kulit anda terasa lebih lembab, kencang dan bersih.
Untuk meraciknya, sediakan bubuk kopi dan garam secukupnya, kemudian seduh dengan air panas selama 20 menit. Dan gosokkan kopi tersebut ke seluruh tubuh hingga sel-sel kulit mati terangkat sempurna kemudian bersihan tubuh dengan mandi seperti biasanya.
sumber:okezone.com
Posted by Biroe21 at 8:14 PM 0 comments
Labels: alami, Cancer; Woman Health, Food, health, Obat Tradisional, Teenager, Tips and Trick, Wanita, Woman Health
Brain stimulation with Movement
Gymnastics not only make the body fit. Gymnastics can also stimulate your baby's brain. Gymnastics popularly called brain gym can also be done while playing. Which parent does not want her to grow optimally developed. Therefore, to know the child grows optimally developed or not, every parent should know the milestones (stages) at each age child development.
"The parents should also note, that the growth-optimal flower will be supported by optimal brain growth," said psychologist from the Center for Child Growth Therapy YAMET (Foundation Medical Exercise Therapy), Tri Gunadi OTR (Ind.) SPSI.
Tri said, the fastest brain growth occurs only in the first year of life of children, and will not happen again. Therefore, do not ever wasted the golden opportunity.
At the time a child turns three years old, his brain has formed 1000 trillion or network connection, which is about twice as much relationship as adults have. This period is called the golden period or during the golden child. Since the gold is, should parents give brain stimulation in children.
Brain stimulation growth will impact the optimal developing in children. "Brain stimulation can be done in various ways. First, good nutrition, good macro-nutrient and micro-nutrients. Second, the brain games and sensory games and the third, with a brain gym or exercise the brain," he explained.
Brain Gym is a series of simple movement exercises to stimulate the brain in learning easy. In a fast exciting activities, and can increase the excitement as this exercise is very helpful in moving the limbs, coordinate movement, and skills.
"Brain Gym helps children to be able to utilize the full potential of its natural brain through movement and touch," he said when a speaker in the Smart Parents Conference held Frisian Flag.
It's important to learn in a variety of activities, such as learning to walk and run (do movement activities to think and move at the same time).
Gymnastics is also able to increase the attention (the activity carried out to focus on one thing and understand it). While the eye movement, brain, and body, also helps children to read more smoothly.
"Brain Gym enables children to learn without stress," he said. Tri explained, gymnastics is a very simple activities to stimulate children.
Movement in this exercise does not require materials or special place. That is, these exercises can be done anytime and anywhere. Not only stimulates the brain, brain exercise can also improve self-confidence. The results are also quick and can be explained in neurophysiological. This is what makes brain gym is very effective to handle children who have learning barriers and stress.
"Brain Gym is also recognized as one technique is best learned by the National Learning Foundation USA and is widespread in many countries," he said.
The movement in this exercise will also open parts of the brain is entirely closed or obstructed. Child psychologist from the University of Indonesia, Gisella Tani Pratiwi SPSI, said to stimulate the child choose the light and movement can be done while playing.
"Playing is something that is done without any coercion or voluntary, enjoyable, and fun. Therefore, do movements to stimulate children through play.
Posted by Biroe21 at 2:18 AM 0 comments
Labels: Bayi dan Anak, beauty, Cancer; Woman Health, Family Health, Fitness, Food, health, Ibu dan Anak, Kehamilan, Kids Health, Melahirkan
Do You Really Have Food Allergies, or is it Your Hayfever?
I stopped eating my pears, but too late: before long I was having stomach pain and nausea, and that itching just wouldn't go away.
I experienced those same symptoms again.
Within the space of a year or so, I discovered that I could not eat apples, pears, nuts, coconut, lettuce, carrots, or just about any kind of raw fruit or vegetable. I suppose it was convenient on occasion, but more often than not, this problem was preventing me from eating foods that I truly enjoyed.
I got in the habit of telling people, "I'm sorry I can't eat that, I'm allergic."
It turns out that my high school biology teacher was basically correct. My problem was indeed caused by allergies - but NOT by food allergies. Food allergies are potentially very serious, even deadly reactions to foods. Most allergy experts say that the foods that people are most commonly allergic to are milk, eggs, wheat, soy, peanuts and tree nuts, and seafood.
People with food allergies must avoid the food they are allergic to altogether. For some foods, this means not even touching them or being around people who are eating them. Luckily, true food allergies affect a fairly minor percentage of people:
Experts estimate that only 2 percent of adults are truly allergic to certain foods. For those few people, food allergies can extremely dangerous: tiny amounts of peanut, for example, have been known to cause life-threatening reactions and even death in very allergic individuals.
My problem, it turns out, is something called "Oral Allergy Syndrome." It is now known that people who suffer pollen-induced seasonal rhinitis, often known as "hayfever," can suffer cross-reactions to fruits, vegetables, and even certain chemicals and synthetic materials. I say "weak" meaning in comparison with what happens to people with true food allergies. Certainly when I am suffering from eating an apple slice it doesn't seem weak or minor to me!
You may have never bothered before to find out exactly which pollens cause your allergy symptoms, but if you have OAS it may finally be worthwhile to do so. There are well-documented lists of which foods and other substances correlate to which pollen allergies, so if you know exactly what pollens you are allergic to, you can predict foods and other materials that are likely to cause you problems. Go to your doctor and ask for an allergy skin test, which is the simplest way to test for common pollen allergies.
Antihistamines can help with the symptoms, the same as they help with your other symptoms. In general, however, you will simply need to identify the foods that cross-react with your pollen allergies, and avoid them.
Posted by Biroe21 at 12:26 AM 0 comments
How to Care for Your Liver
The liver is the major organ of detoxification and your health and energy are largely dependent on its efficiency. Every substance that is absorbed by the intestines must first pass through the liver before going on to the general circulation. It disposes of a daily dose of toxins produced internally from bowel contents, food, water and medications, and externally from the air you breathe.
When your liver is not functioning properly you will feel sluggish and possibly nauseous. Your liver can affect your eyes in many ways; for instance, bloodshot eyes may mirror the condition of an overloaded liver.
Poor liver function may be the cause of frequent bad breath, abdominal bloating, poor digestion, fatigue, headaches, unpleasant moods, coated tongue, sluggish metabolism, poor immune system, excessive body heat, sugar cravings, inability to lose excess weight and numerous other symptoms. On the long term liver problems increase kidney, heart, brain and cardiovascular stress.
Take good care of your liver and if you have been abusing your vital organ, use these six steps to fix the damage:
1.) That hot cup of coffee may do more than just provide a tasty energy boost. It also may help prevent the most common type of liver cancer.
The American Cancer Society estimates that 18,920 new cases of liver cancer were diagnosed in the United States last year and some 14,270 people died of the illness. Causes include hepatitis, cirrhosis, excess alcohol consumption and diseases causing chronic inflammation of the liver.
A study of more than 90,000 Japanese found that people who drank coffee daily or nearly every day had half the liver cancer risk of those who never drank coffee. UK research also found that medium-roasted coffee has higher antioxidant activity than dark-roasted.
2.) Buy milk thistle from your nearest chemist, as it is loaded with silymarin, which helps to patch up liver damage.
Silymarin is a potent antioxidant, at least 10 times more so than vitamin E. Antioxidants help scavenge free radicals, which are highly reactive substances that attack and may damage the DNA of healthy cells, resulting in premature aging and disease. Its major benefit is that it has been shown to protect and enhance the function of the liver.
The liver is the body's second largest organ, which is responsible for detoxifying pollutants and processing nutrients and fats. Specifically, milk thistle prevents the depletion of glutathione, which is a substance that is crucial for the liver's role in detoxification. It also helps promote the regeneration of new liver cells.
It can alleviate a host of ailments associated with the liver, such as hepatitis and cirrhosis. People who drink alcohol can benefit by its dietary inclusion; alcohol depletes glutathione, which milk thistle helps replenish.
3.) Hepatitis A could leave your liver in a very bad state. Although it is not a long-lasting or chronic infection, and nearly all people recover from hepatitis A within six months without any lasting health problems, the symptoms of hepatitis A may be uncomfortable and may disrupt daily activities. The average adult patient can miss up to five weeks of work because of the illness.
To protect yourself, get a Hepatitis A vaccination seven to 10 days before you travel throughout Africa, or if you plan to go to South America or Asia.
4.) Tests on rats show that protein supplements help repair damaged livers. "This may also apply to humans," says Professor Harihara Mehendale of the University of Louisiana, USA.
Body builders often take protein supplements in the form of whey protein to help them build muscles. Whey protein is derived from milk during the process in which milk is turned into cheese. Protein can be found naturally in regular dairy products, eggs, and soy, but the quality is not comparable to whey protein powder nor is it as easy to use. A whey protein supplement can provide the highest amount of branched chair amino acids, also known as BCAA, leading to your body building and retaining muscle.
However, extremely high doses of whey protein supplements could overload your liver and cause damage, so make sure you are taking the correct amount. You should never consume more than 30 grams of whey protein at one setting. You may also get better benefits of the whey if you consume the intake throughout the day, rather than all at one time.
5.) US research suggests that a daily helping of spinach will boost your liver's immunity to the effects of alcohol. If you can't stomach the thought of spinach, kiwi fruit and asparagus are also great sources of liver aid.
6.) Avoid liver disease by eating 200g of yoghurt a day. "It could reduce your chance of developing a fatty liver," says Anna Mae Diehl, a professor at John Hopkins University, USA.
origin:health.learninginfo.org
Posted by Biroe21 at 11:35 PM 0 comments