HINGGA kini, Anda masih saja berstatus jomblo. Segala usaha rasanya sudah dilancarkan, tapi tak jua berbuah manis. Coba introspeksi diri, mungkin ada perilaku minus yang selama ini menutup jalan Anda menemukan wanita idaman.
Times of India memberikan bocoran lima tipe pria yang tak disukai wanita, berikut ini:
Pria berorientasi seks
Secara seksual, pria lebih mudah bergairah. Tapi saat bicara mencari pasangan ideal, wanita tidak melihat pasangan yang haus akan seks. Hal ini bisa jadi karena bagi sebagian pria, seks menjadi prioritas utama dalam hubungan sementara wanita mencari cinta dan romansa, tanpa intimasi fisik.
Dr Geetu Bhardwaj, konselor hubungan dan seks menegaskan, “Umumnya, wanita tidak terlalu nyaman dengan pria yang selalu memikirkan seks. Dalam berbagai hubungan, hal-hal seperti saling mengerti dan cinta adalah hal sekunder dan intimasi seksual adalah hal yang penting bagi pria.”
Pria chauvinistic (sifat patriotik berlebihan)
Dalam hal apapun, sifat berlebihan tentu tidak baik. Wanita tidak menemukan pria chauvinistic adalah teman hidup yang baik untuk melewati hari demi hari kehidupannya.
Dr Ratan Kumar, psikolog klinik menyatakan, “Ada garis batas yang sangat dekat antara pria lembut dan sangat patriotik. Wanita akan mencintai perhatian dan kasih sayang Anda, tapi sikap patriotik berlebihan bisa melukai waktu yang dilewatinya bersama Anda. Berikan ruang yang cukup dan zona nyaman untuk hidupnya hingga lebih menyenangkan.”
Pria dominan
Dua jempol ke bawah untuk pria dominan. Jika lain waktu Anda coba menunjukkan kekuatan di depan wanita, Anda tak akan pernah dipedulikannya. Wanita cenderung memilih pria yang mengakui hubungannya adalah karena kemampuan, penghargaan, dan keahliannya, bukan dengan pria yang gemar menggunakan cara paksa untuk menekan lawan-lawannya.
Dr Chirta Bakshi, konselor hubungan menuturkan, “Perilaku dominan sangat dijauhi wanita karena mereka ingin menikmati ikatan hubungan dengan rasa saling menghormati. Dalam berbagai hubungan, jika satu pihak mencoba memaksakan pengambilan keputusan dan berperan sebagai pribadi dominan, hal ini tidak baik untuk hubungan.”
Menggunakan kata-kata kasar
Menggunakan kata-kata atau istilah kasar-yang menurut Anda bahasa gaul-setiap kumpul bersama teman pria sah-sah saja. Tetapi, wanita tidak mau bergaul dengan seorang pria yang kasar, lewat tutur katanya. Terlalu sering melontarkan kata-kata, justru mematikan ketertarikannya pada Anda.
Psikiater Dr Anupam Randhawa mengatakan, "Pria perlu menyadari bahwa seorang wanita ingin berhubungan dengan pria yang penuh hormat dan berperilaku baik. Menggunakan kata-kata kasar secara berlebihan selama percakapan bisa menjadi bumerang untuk Anda. Alasan mengapa wanita tak ingin menjaga hubungan dengan pria kasar adalah mereka kerap mendapatkan pelecehan dan rasa tidak hormat terhadap hubungan yang dijalin.”
Pria macho
Pria macho dengan kepribadian mudah meledak mungkin terlihat bagus pada adegan film, tapi dalam kehidupan nyata, wanita menjauhi pria macho. Sebuah penelitian mengungkapkan, pria macho tidak selalu beruntung mendapatkan pujaan hatinya. Kajian lebih jauh menunjukkan bahwa pria yang sangat agresif akan mudah mengakhiri pernikahannya.
Varun Chhabra, ahli pengembangan kepribadian menukaskan, “Kini, wanita lebih memilih pria yang memamerkan bentuk tubuhnya yang bagus dikombinasikan dengan tampilan metroseksual daripada pria kasar dan acak-acakan. Pria yang terlihat kuat dari luar dan memiliki hati lembut adalah dambaan para wanita.
5 Tipe Pria Dibenci Wanita
Posted by Biroe21 at 2:21 AM 0 comments
Labels: Cinta, Healthy, Man Health, sensual, Tips and Trick
Bolehkah Ibu Positif HIV Menyusui Bayinya ??
Ini dia yang masih banyak mengandung banyak pertanyaan di benak ibu-ibu di Negeri ini, untuk lebih jelasnya mending Anda baca terus sampai habis atikel di bawah. :)
Seorang ibu yang positif mengidap HIV dan mengkonsumsi obat antiretroviral dapat menyusui secara eksklusif enam bulan pada bayinya, tanpa menularkan virus HIV-nya kepada sang bayi. Ini hasil penelitian NACA (National Agency for the Control of AIDS ) Nigeria di Bostwana, Nigeria. Demikian siaran pers yang dikeluarkan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia di Jakarta, Kamis (10/12), yang ditandatangani Mia Susanto, Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).
Dalam siaran pers tersebut disebutkan, hasil penelitian NACA Nigeria tersebut dirilis oleh Profesor John Idoko, Direktur NACA Nigeria, pada 26 November lalu. Tema tulisan ilmiahnya adalah "Universal Access and Human Rights',Closing the Wide Gap in Preventing Mother To Child Transmission (PMTCT)".
Mia Susanto menyatakan menyambut positif penelitian NACA Nigeria tersebut. Sebelum ada pengumuman dari hasil penelitian ini,pihak internasional masih ragu untuk menyarankan ibu yang positif HIV untuk menyusui bayi mereka. "Dengan adanya hasil penelitian ini, ketakutan bahwa bayi yang lahir dari ibu positif HIV akan tertular melalui air susu ibunya menjadi terminimalisir. Selama ibu positif HIV tersebut mengkonsumsi obat antiretroviral," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, sedari awal AIMI selalu menyarankan agar ibu dapat menyusui secara esklusif bayinya, walaupun dalam keadaan sakit. Pertimbanganya, selain bayi dapat segala kebaikan dari air susu ibu (ASI), juga sang bayi mendapat antibod i dari ibu terhadap penyakit tersebut.
Bayi baru lahir sangat rentan terkena infeksi ataupun berbagai penyakit yang berjangkit di lingkungan sekitarnya. Cara terbaik untuk melindungi bayi tersebut dari infeksi dan berbagai penyakit adalah dengan memberi ASI.
"Mengapa demikian? Karena ASI adalah asupan nutrisi yang paling higienis, yang memiliki gizi paling lengkap, dan terutama memiliki kandungan antibodi yang dihasilkan oleh tubuh ibunya. Antibodi inilah yang tidak dimiliki susu pengganti manapun, yang bisa melindungi bayi dari infeksi sekitarnya," kata Mia.
Mia menegaskaan, pemberian ASI tidak bisa dibandingkan atau digantikan dengan pemberian susu formula. Sebab, susu formula bukanlah produk steril. "Belum lagi untuk proses penyajiannya yang memerlukan tempat dan air, yang belum tentu disterilkan terlebih dahulu. Maka, pemberian susu formula akan meningkatkan bahaya berbagai penyakit infeksi dan mal-nutrisi," katanya.
Adanya rekomendasi dari NACA Nigeria tersebut, tekan Mia, semakin menguatkan gerakan AIMI dalam mendorong pemerintah dan pihak swasta untuk memberikan dukungan terhadap ibu menyusui.
Dalam siaran pers AIMI ini, diungkap pula mengenai lanju pertumbuhan penderita HIV-AIDS. Yakni, Indonesia termasuk negara dengan laju pertumbuhan penderita kasus HIV- AIDS yang tercepat di Asia. Dalam setahun diperkirakan terjadi satu juta kasus baru HIV di Indonesia. Tragisnya 92 persen di antaranya adalah usia produktif termasuk anak dan remaja.
Mengutip laporan yang dikeluarkan Departemen Kesehatan RI, hingga September 2009, dilaporkan sudah 464 anak Indonesia berusia di bawah 15 tahun, positif terinfeksi HIV AIDS. Sebagian besar terinfeksi karena lahir dari ibu yang positif HIV.
Jumlahnya itu kemungkinan lebih besar lagi karena semua kasus belum tentu dilaporkan. Sebagamani di negara-negara lain, di Indonesia pun maslah HIV-AIDS adalah fenomena gunung es.
Bayi atau anak penderita HIV-AIDS diperkirakan kian meningkat pesat. Bertambahnya prevalensi ini diduga mudahnya jalur penularan, yakni pada saat selama kehamilan, persalinan, atau selama menyusui. Orang dengan HIV-AIDS (ODHA) yang tidak mendapat terapi ARV berisiko 15 45 persen anaknya tertular HIV-AIDS.
Berdasarkan berbagai fakta-fakta tersebut, tegas Mia Sutanto, AIMI mendorong pemerintah dan swasta, terutama yang bergerak di bidang kesehatan, untuk memberikan dukungan kepada ibu penderita HIV untuk tetap menyusui bayinya.
ref:kompas.com
Posted by Biroe21 at 4:48 AM 0 comments
Labels: Balita, Bayi dan Anak, Cancer; Woman Health, Children, Family Health, Healthy, Ibu dan Anak, kesehatan, Kids Health, Medical Kids, Parents, Wanita
Cokelat Sang Pemicu Gairah
Cokelat memicu pelepasan hormon dopamine dalam tubuh.
Cokelat banyak diminati orang karena rasa dan aromanya yang khas. Rasa cokelat yang nikmat itu sedemikian hebat sehingga dapat memberikan kesan seperti kecanduan.
Ini adalah akibat adanya berbagai zat penting yang terkandung dalam bubuk cokelat (berasal dari kakao solid). Kandungan bubuk cokelat antara lain adalah zat yang lazim disebut sebagai phenyl-ethyl-amine (PEA).
Zat ini berkemampuan meningkatkan penyerapan tryptophan oleh otak, yang pada gilirannya akan meningkatkan kadar 5-hydroxy-tryptamine dalam jaringan otak.
Zat yang terakhir ini akan segera membentuk dopamine, yakni suatu zat yang dapat memberi perasa nikmat (semacam kecanduan). PEA juga dapat bersifat sebagai aprodisiak, yakni mampu meningkatkan rangsangan seks (libido), baik pada laki-laki maupun perempuan.
Oleh sebab itu, pada zaman dulu para raja Aztez (cokelat mula-mula memang berasal dari Amerika Selatan) selalu meminum semangkuk cokelat sebelum berhubungan seksual dengan istri-istri mereka.
PEA ini juga yang sering menimbulkan gejala craving (gejala ketagihan) pada cokelat yang terjadi pada sementara orang (terutama pada para ibu-ibu saat menstruasi).
Cokelat juga mengandung sekelompok zat yang lazim disebut nacyl-ethanol-amine (NEA). Zat ini dapat bereaksi pada receptor cannabinoid di pusat saraf, yaitu sejenis reseptor pada sel-sel saraf, yang dapat memberi efek seperti rangsangan obat psikotropika. Oleh sebab itu, cokelat kadang-kadang dapat menimbulkan kesan fly bagi mereka yang mengkonsumsinya.
Waspada Efek Samping Obat Impotensi!
Seks tak selamanya berkobar. Ada kalanya remang-remang, bahkan padam. Salah satu penyebabnya adalah penis tidak dapat ereksi dan menjadi tegang. Tapi, orang lemah syahwat tak perlu berkecil hati karena dunia pengobatan telah menemukan obat impotensi.
Salah satu obat anti impotensi yang paling banyak dipakai di seluruh dunia adalah sildenafil yang di pasaran sering disebut dengan pil biru. Penelitian yang telah dilakukan secara ekstensif di banyak negara memang membuktikan bahwa obat ini punya tingkat keberhasilan tinggi, sampai 89 persen untuk memicu ereksi.
Kendati demikian, obat ini juga memiliki efek samping. Dalam suatu telaah sistematis dan meta analisis dari 49 penelitian klinis, Dr Alexander Tsertsvadze dari Ottawa Health Research Institute, Kanada dan timnya melaporkan bahwa pria yang memakai Sildenafasil sitrat memiliki risiko 1,5 kali lebih besar mengalami efek samping dibanding dengan mereka yang menggunakan plasebo.
Efek samping yang paling umum dari obat lemah syahwat ini antara lain adalah sakit kepala, dada berdebar-debar, sesak napas, dan gangguan penglihatan, flushing (muka memerah karena pelebaran pembuluh darah di wajah), serta gangguan pencernaan. Penelitian juga menunjukkan bahwa risiko efek samping meningkat seiring dengan ditambahnya dosis viagra yang diminum.
"Setiap obat pasti memiliki efek samping – tidak ada satupun obat yang bebas efek samping, termasuk sildenafil sitrat," kata dr. Budhi Damian Widjojo, Primary Care Medical Advisor PT. Pfizer Indonesia.
Sildenafil sitrat hanya boleh digunakan bila dokter menyatakan seorang pria terindikasi menderita disfungsi ereksi. "Tentunya pria dewasa yang boleh menggunakan obat ini," katanya.
Selain itu untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan, Budhi menjelaskan sildenafil sitrat tidak diperbolehkan pada pasien yang sedang minum obat jantung golongan nitrat. "Penggunaan sildenafil sitrat untuk pasien yang menderita penyakit jantung harus berhati-hati karena ada kemungkinan mereka minum obat golongan nitrat tersebut atau karena memang kondisi jantungnya yang tidak optimal untuk berhubungan seksual," jelasnya.
Pada pria, aliran darah merupakan bagian terpenting untuk menghasilkan hubungan seks yang baik. Sildenafil bekerja merelaksasi otot polos, dengan cara menghambat enzim fosfodiestrase. Otot polos yang berperan dalam impotensi disebut korpus kavernosum, suatu jaringan yang mendukung ereksi pada penis. Dalam kondisi relaksasi, aliran darah masuk ke dalam penis sehingga terjadilah ereksi.
Posted by Biroe21 at 7:18 AM 0 comments
Labels: Cancer, Family Health, Healthy, Impotensi, Woman Health
5 Langkah Menyusui Yang Baik dan Benar
Berikut adalah tata cara dan langkah-langkah tentang cara menyusui yang baik dan benar sehingga manfaat dari ASI tidak sepenuhnya dirasakan oleh sang bayi.
Langkah langkah tersebut dibagi menjadi 5 bagian, yakni :
1. Persiapan mental dan fisik. Ibu yang akan menyusui harus dalam keadaan tenang, tidak tergesa gesa atau takut dan malu payudaranya yang indah nongol ke permukaan. Tentu untuk memperoleh suasana ini, perlu dicari lokasi menyusui yang pas dan terjaga privasinya sehingga terhindar dari tontonan orang. Minum segelas air sebelum menyusui merupakan salah satu cara untuk membuat sang ibu merasa tenang. Hindari menyusui dalam keadaan haus dan lapar.
2 Persiapan tempat dan alat. Sebelum menyusui perlu dicari tempat duduk/kursi yang nyaman dengan sandaran punggung dan tangan serta bantalan untuk menopang tangan yang menggendong bayi. Capek khan kalau tangan terus terusan menyangga bayi dengan tidak nyaman, yang ujung ujungnya mempersingkat waktu menyusui.
3. Sebelum menggendong bayi, tangan dicuci sampai benar benar bersih untuk menghindari ASI terkontaminasi oleh kuman. Lalu sebelum menyusui, tekan daerah sekitar puting susu diantara telunjuk dan ibu jari sehingga keluar 2 – 3 tetes ASI, kemudian oleskan ke seluruh bagian puting susu. Cara menyusui yang baik adalah bila ibu melepaskan kedua payudaranya dari pemakaian BH.
4. Susukan bayi sesuai dengan kebutuhan, jangan dijadual. Biasanya kebutuhan terpenuhi dengan menyusui tiap 2 – 3 jam. Setiap menyusui, lakukan pada kedua payudara secara bergantian masing masing selama kurang lebih 10 menit. Mulai selalu dengan payudara sisi yang terakhir disusui sebelumnya. Periksa ASI sampai payudara terasa kosong.
5. Setelah selesai, oleskan ASI seperti awal menyusui dan biarkan kering oleh udara sebelum memakai BH untuk mencegah lecet. Hal ini dapat dilakukan sambil menyangga bayi agar bersendawa. Menyendawakan bayi setelah menyusui harus selalu dilakukan untuk mengeluarkan udara dari lambung supaya bayi tidak muntah.
Posted by Biroe21 at 3:24 AM 0 comments
Labels: Bayi dan Anak, breastfeeding, Family Health, health, Healthy, Ibu dan Anak, Jantung, makanan, Parents, Payudara, Tips and Trick, Wanita
Which drugs should not be given in Babies
As the Old Man would you want the best for your baby, especially if your child is being ill, things you must do so quickly your child is healthy again.
But there are things that really need to consider in giving medications to your baby if you're sick. because small kasalah in drug delivery it will add a big problem for you as parents. is not it ... ??
Therefore, under this there are few guidelines that you can at least make the guidelines in administering medication to your child avoid side effects, etc., and better medicines mentioned below you do not give to your child.
Some medicines are:
Aspirin
Never give aspirin-containing medicine for your baby. Aspirin can make your child vulnerable to disease Reye's Syndrome. Do not ever think that medicines for children that you are buying ditoko-free drug stores had aspirin.bacalah first label to make sure.
Anti Nausea Drugs
Do not give your baby anti-nausea medication unless your pediatrician recommends. Child's body systems will not stand with drugs of this type.
Drugs for Adults
Do not give your baby medicines that are usually reserved for adults, when this is done will cause a dangerous thing. If the drug, for example, did not provide specific doses for the children, do not give this medicine to your baby.
Other Drugs For Baby
Medication prescribed for another baby would be ineffective and could be dangerous if given to your baby. Give your baby the drug has been prescribed it for him.
Expired Drugs
Immediately destroy the drugs have expired. Drugs that have expired will not be effective when used in fact did not rule out would be dangerous. Do not also remove the drug into your toilet because it can poison ground water, which in turn can interfere with your particular poison the ground water you consume.
Extra Acitaminofen
Many cold and cough medicines that contain acetaminophen to relieve fever and purpose of pain. You must be careful in this case because of the excessive dose can impact not good for your baby's development. If you are unsure of the drug composition will you use do not hesitate to consult a pharmacist or your child's doctor.
Ibuprofen
If your baby is dehydrated and vomited continuously, J imagination give this medicine containing the drug because it can irritate the stomach.
Tablet Packaging
For babies under 3 years of age, should avoid to give the drug in tablet packaging. Drug tablets in the package has the potential to make your baby choke.
Posted by Biroe21 at 8:13 AM 0 comments
Labels: Healthy, Kids, Medical Kids