Showing posts with label Cancer; Woman Health. Show all posts
Showing posts with label Cancer; Woman Health. Show all posts

6 skinny (and delicious) foods for weight loss

Monday, January 11, 2010

Trying to stick to your diet? Try these flavorful, healthy options

I’m a firm believer that dieting and losing weight doesn’t mean you have to subsist on bland, boring cardboard. With that in mind, I’ve put together a list of strategic skinny eats, each of which has its own unique way of satisfying your taste buds while blunting your appetite. I encourage you to peruse my list and use these tasty bites to your advantage!

Pumpkin pudding
Decadent, creamy pudding for less than 150 calories—and it helps you lose weight! Just combine a 6-ounce container of nonfat vanilla yogurt with ½ cup canned 100% pure pumpkin puree and a dash of cinnamon. The pumpkin bulks up the yogurt—already a protein-rich, nutrient-packed food—and adds a hefty dose of fiber. This winning combo of protein and fiber expands in your stomach, keeping you full long after you finish, so you’re not looking for more munchies an hour later.

Vegetable soup
Studies have shown that just by starting a meal with a fiber-rich bowl of broth-based veggie soup, you can reduce your total calorie intake by 20 percent. That’s because this “veggie first course” helps to fill you up, so you wind up eating less at the main meal.
Story continues below ↓advertisement | your ad here

Cucumber tomato salad
Thanks to their high percentage of water (95%!), cucumbers are low-calorie, high volume, and top-notch for weight loss! Slice up one whole cucumber plus a medium tomato, then toss with light vinaigrette or unlimited vinegar (balsamic or red wine is delish) plus 1 teaspoon olive oil. The entire salad has only 125 calories!

Ginger green tea
Nursing a warm mug of tea is a calorie-free way to de-stress after a long day without falling prey to emotional eating. As an added bonus, research suggests that regularly drinking green tea may give you a slight calorie-burning advantage. Steep your tea with a thin slice of ginger root for an extra punch of flavor.

Fiery chicken salad
Adding a few dashes of fiery hot sauce to your food sloooows down your eating big time so you’re less likely to eat past the point of fullness. For a simple lunch, whip up a chicken salad with diced chicken breast, 1 tablespoon reduced-fat mayo, hot sauce to taste, and any diced veggies on hand. Serve over a bed of lettuce (and have a glass of water handy!).

Shrimp cocktail
At around 8 calories apiece, shrimp are a fabulous source of lean protein, which helps rev your metabolism and keeps you feeling full for hours. Next time you dine out, start your meal with a shrimp cocktail appetizer. When you’re eating at home, dunk your shrimp in this could-not-be-easier cocktail sauce recipe: simply combine 1 tablespoon ketchup with 1 teaspoon bottled horseradish.

Read More..

Rahasia Badan Bugar Setiap Hari

Tuesday, December 15, 2009

Kunci utamanya adalah tetep olahraga.. walau hanya sesaat, sempatkanlah untuk berolahraga secara teratur.

Olahraga yang dilakukan 3-5 kali setiap minggu selama 30-60 menit sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Namun, ada banyak alasan yang membuat orang tidak berolahraga.

Berikut ini beberapa saran singkat berolahraga yang dapat dilakukan siang hari.

* Jalan kaki. Di kantor tidak ada tempat fitnes? Bukan alasan untuk tidak berolahraga. Anda bisa menggantinya dengan berjalan kaki selama 30 menit. Takut sinar matahari? Cobalah berjalan kaki di di dalam kantor. Dengan berjalan selama setengah jam, Anda bisa membakar 100-300 kalori, tergantung berat badan dan kecepatan jalan. Akan lebih baik bila Anda berjalan di tanjakan. Bukan hanya kalori yang dibakar, tapi bokong juga akan lebih kencang. Anda mau coba naik-turun tangga?

* Lakukan push up. Melakukan push up, sit up, atau squats sebanyak dua set, dengan masing-masing sebanyak delapan hitungan akan membuat perut lebih kencang. Lakukan gerakan tersebut di ruangan Anda. Untuk push up, kalau terasa sulit, Anda bisa melakukan push up di dinding.

* Naikkan intensitas. Kalau waktu Anda terbatas, naikkan intensitas latihan. Dengan begitu kalori yang terbakar akan lebih banyak. Sebagai contoh, jika Anda berjalan di treadmil dengan kecepatan enam km per jam selama 30 menit, yang terbakar 120 kalori. Namun, kalau kecepatan Anda naikkan menjadi 6,8 km per jam ditambah tiga persen kemiringan, kalori yang terbakar 185.

* Angkat beban. Supaya otot menjadi kencang, jangan lupa melakukan angkat beban di antara jadwal rutin olahraga. Agar hasilnya maksimal, naikkan beban latihan atau gerakan dipercepat. Kalau biasanya Anda mengangkat beban lima kg dengan 15 hitungan, coba angkat 6-7,5 kg dalam 8-10 angkatan. Sebaiknya Anda mencoba dari yang teringan. Bila sudah kuat, naikkan secara bertahap.

* Dibagi-bagi. Jika tidak bisa melakukan latihan sekaligus, tak perlu khawatir, Anda bisa menyicilnya. Misalnya lakukan 10-20 menit pada pagi dan sore hari, serta 20 menit pada siang hari.

ref:Kompas

Read More..

Bolehkah Ibu Positif HIV Menyusui Bayinya ??

Thursday, December 10, 2009

Ini dia yang masih banyak mengandung banyak pertanyaan di benak ibu-ibu di Negeri ini, untuk lebih jelasnya mending Anda baca terus sampai habis atikel di bawah. :)

Seorang ibu yang positif mengidap HIV dan mengkonsumsi obat antiretroviral dapat menyusui secara eksklusif enam bulan pada bayinya, tanpa menularkan virus HIV-nya kepada sang bayi. Ini hasil penelitian NACA (National Agency for the Control of AIDS ) Nigeria di Bostwana, Nigeria. Demikian siaran pers yang dikeluarkan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia di Jakarta, Kamis (10/12), yang ditandatangani Mia Susanto, Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).

Dalam siaran pers tersebut disebutkan, hasil penelitian NACA Nigeria tersebut dirilis oleh Profesor John Idoko, Direktur NACA Nigeria, pada 26 November lalu. Tema tulisan ilmiahnya adalah "Universal Access and Human Rights',Closing the Wide Gap in Preventing Mother To Child Transmission (PMTCT)".

Mia Susanto menyatakan menyambut positif penelitian NACA Nigeria tersebut. Sebelum ada pengumuman dari hasil penelitian ini,pihak internasional masih ragu untuk menyarankan ibu yang positif HIV untuk menyusui bayi mereka. "Dengan adanya hasil penelitian ini, ketakutan bahwa bayi yang lahir dari ibu positif HIV akan tertular melalui air susu ibunya menjadi terminimalisir. Selama ibu positif HIV tersebut mengkonsumsi obat antiretroviral," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sedari awal AIMI selalu menyarankan agar ibu dapat menyusui secara esklusif bayinya, walaupun dalam keadaan sakit. Pertimbanganya, selain bayi dapat segala kebaikan dari air susu ibu (ASI), juga sang bayi mendapat antibod i dari ibu terhadap penyakit tersebut.

Bayi baru lahir sangat rentan terkena infeksi ataupun berbagai penyakit yang berjangkit di lingkungan sekitarnya. Cara terbaik untuk melindungi bayi tersebut dari infeksi dan berbagai penyakit adalah dengan memberi ASI.

"Mengapa demikian? Karena ASI adalah asupan nutrisi yang paling higienis, yang memiliki gizi paling lengkap, dan terutama memiliki kandungan antibodi yang dihasilkan oleh tubuh ibunya. Antibodi inilah yang tidak dimiliki susu pengganti manapun, yang bisa melindungi bayi dari infeksi sekitarnya," kata Mia.

Mia menegaskaan, pemberian ASI tidak bisa dibandingkan atau digantikan dengan pemberian susu formula. Sebab, susu formula bukanlah produk steril. "Belum lagi untuk proses penyajiannya yang memerlukan tempat dan air, yang belum tentu disterilkan terlebih dahulu. Maka, pemberian susu formula akan meningkatkan bahaya berbagai penyakit infeksi dan mal-nutrisi," katanya.

Adanya rekomendasi dari NACA Nigeria tersebut, tekan Mia, semakin menguatkan gerakan AIMI dalam mendorong pemerintah dan pihak swasta untuk memberikan dukungan terhadap ibu menyusui.

Dalam siaran pers AIMI ini, diungkap pula mengenai lanju pertumbuhan penderita HIV-AIDS. Yakni, Indonesia termasuk negara dengan laju pertumbuhan penderita kasus HIV- AIDS yang tercepat di Asia. Dalam setahun diperkirakan terjadi satu juta kasus baru HIV di Indonesia. Tragisnya 92 persen di antaranya adalah usia produktif termasuk anak dan remaja.

Mengutip laporan yang dikeluarkan Departemen Kesehatan RI, hingga September 2009, dilaporkan sudah 464 anak Indonesia berusia di bawah 15 tahun, positif terinfeksi HIV AIDS. Sebagian besar terinfeksi karena lahir dari ibu yang positif HIV.

Jumlahnya itu kemungkinan lebih besar lagi karena semua kasus belum tentu dilaporkan. Sebagamani di negara-negara lain, di Indonesia pun maslah HIV-AIDS adalah fenomena gunung es.

Bayi atau anak penderita HIV-AIDS diperkirakan kian meningkat pesat. Bertambahnya prevalensi ini diduga mudahnya jalur penularan, yakni pada saat selama kehamilan, persalinan, atau selama menyusui. Orang dengan HIV-AIDS (ODHA) yang tidak mendapat terapi ARV berisiko 15 45 persen anaknya tertular HIV-AIDS.

Berdasarkan berbagai fakta-fakta tersebut, tegas Mia Sutanto, AIMI mendorong pemerintah dan swasta, terutama yang bergerak di bidang kesehatan, untuk memberikan dukungan kepada ibu penderita HIV untuk tetap menyusui bayinya.

ref:kompas.com

Read More..

Deteksi Dini 12 Kanker Sekaligus

Monday, November 23, 2009

JIKA umumnya deteksi dini kanker dilakukan lewat pemeriksaan penanda tumor tunggal, konsep terbaru menawarkan 12 penanda tumor dalam sekali pemeriksaan alias 12 in 1.

Siapa tak ngeri mendengar kata kanker. Penyebab kematian terbesar ke-2 di dunia dan ke-7 di Indonesia ini terus menjadi momok menakutkan. The International Agency for Research on Cancer (IARC) dalam World Cancer Report 2009 memperkirakan pada 2010 kanker akan menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia.

Kabar baiknya, kemajuan teknologi memungkinkan orang melakukan deteksi dini atas beragam jenis tumor atau kanker. Walau bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada mengobati, kan? Prinsip ini juga dipegang dunia kedokteran saat ini yang sudah lebih mengarah pada upaya pencegahan penyakit ketimbang pengobatan yang menelan banyak biaya dan membuat pasien lara.

Sebagai konsekuensinya, pemeriksaan sampel darah di laboratorium klinik tidak hanya berlaku bagi si sakit, orang sehat pun dianjurkan melakukan tes darah sebagai langkah "waspada" dan deteksi dini atas kemungkinan terjangkit penyakit tertentu. Hal ini penting, terlebih kanker yang hingga kini penyebabnya belum diketahui secara pasti dan acap kali muncul tanpa gejala.

Disinyalir kanker berasal dari sel di dalam tubuh kita yang disebabkan sesuatu hal lantas tumbuh secara abnormal (sangat cepat dan tidak terkontrol). Sel yang mengganas ini dapat menyusup dan menekan jaringan tubuh sehingga memengaruhi fungsi organ tubuh normal.

Penanggung jawab laboratorium patologi RS Kanker Dharmais (RSKD) Jakarta Dr Agus Kosasih SpPK mengatakan, diagnosis kanker terbilang rumit dan tidak bisa ditentukan hanya dengan satu pemeriksaan saja.

"Untuk seseorang yang sudah 'dicurigai' terkena kanker, diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan dokter dan serangkaian tes patologi anatomi penunjang. Namun, bagi mereka yang sehat, silakan saja melakukan skrining alias deteksi dini kanker di laboratorium klinik," ujar Agus dalam temu media di Laboratorium Klinik Prodia Kramat Raya, Jakarta Pusat,Selasa (17/11).

Hingga kini tak kurang 100 jenis kanker telah ditemukan, dengan 14 jenis kanker tersering dialami. Antara lain kanker payudara, rahim, ovarium, prostat, hati, paru, lambung, kerongkongan, kolorektal (usus besar dan anus), pankreas, testis, kandung kemih, tiroid,dan endometrium. Kendati tidak semua jenis kanker dapat dicegah, angka kematian dapat ditekan melalui deteksi dini dan pengobatan tepat.

Dalam ranah deteksi dini kanker, pemeriksaan dini kanker payudara (USG atau mamografi) dan rahim (papsmear) belakangan populer di Indonesia mengingat gencarnya penyuluhan dan publikasi atas kedua jenis kanker terbesar yang menimpa para Srikandi Indonesia tersebut.

Teknik imaging (pencitraan) merupakan sarana deteksi dini yang umum dipakai. Sayangnya, teknik ini memiliki kelemahan yakni mahal, kurang sesuai untuk skrining populasi skala besar, dan diperlukan ukuran tumor tertentu agar bisa terdeteksi.

Untuk itu, pemeriksaan penanda tumor (tumor marker) menjadi pilihan lain untuk skrining karena bersifat non-invasif dan mudah dilakukan. Tumor marker adalah substansi yang dikeluarkan oleh sel tumor atau bagian tubuh lainnya sebagai respon terhadap adanya pertumbuhan sel tumor. Sebagai catatan, sebuah kanker dapat bermula dari sel tumor yang mengganas.

Melalui pemeriksaan sel atau cairan tubuh (misalnya darah atau urine),tumor marker dapat mendeteksi ukuran dan sifat kanker seperti agresivitas kanker serta respon terapi. Agus menegaskan, fungsi utama pemeriksaan tumor marker adalah untuk pemantauan, bukan diagnosis.

Pada pasien yang sudah positif kanker dan sedang menjalani terapi, dianjurkan melakukan pemeriksaan tumor marker 3 bulan sekali guna memantau efektivitas terapi. "Untuk orang sehat, setahun sekali juga sudah cukup," tukasnya.

Sejak ditemukan pada 1846,tumor marker telah mengalami perkembangan. Secara umum, orang biasanya melakukan pemeriksaan tumor marker konvensional, baik yang bersifat tunggal (single marker) ataupun panel (multiple markers).

"Kombinasi tumor marker atau panel tumor markerbertujuan meningkatkan sensitivitas deteksi sehingga bisa dipakai untuk skrining. Akan tetapi, hasil positif palsu (spesifisitas) berkurang dan biayanya relatif mahal," ungkap Marketing Communication Manager Prodia, Ampi Retnowardani.

Perkembangan teknologi di bidang proteomic dan protein chip (microarray) lantas mendorong terciptanya Biomarker C-12 Protein Chip, yakni suatu analisis paralel dari 12 tipe penanda tumor yang berbeda dalam 1 (satu) pemeriksaan. Konsep baru skrining kanker ini sudah hadir di Indonesia, tepatnya di laboratorium klinik Prodia sejak awal November 2009 ini.

"Dalam hal ini kami bekerja sama dengan HSC Medical Centre Kuala Lumpur, Malaysia, dalam hal penyediaan reagen dan pemeriksaan untuk menentukan hasilnya," kata Ampi.

Biomarker C-12 Protein Chip merupakan konsep baru skrining kanker untuk mendeteksi beberapa jenis penanda tumor dengan hanya satu kali pemeriksaan. Dengan metode deteksi chemilumiscence, pemeriksaan ini mampu menganalisis secara paralel 12 penanda tumor, yaitu CA19-9, NSE, CEA, CA242, Ferritin, HCG, AFP, f-PSA, PSA, CA-125, HGH, CA15-3.

Dibanding pemeriksaan terdahulu, Biomarker C-12 Protein Chip memiliki sejumlah keunggulan. Di antaranya akurasi lebih tinggi serta lebih efisien dalam hal waktu dan biaya (karena dalam satu pemeriksaan diperoleh 12 hasil penanda tumor sekaligus). Selain itu, sampel darah yang diperlukan cukup 2 cc. Padahal, jika menggunakan pemeriksaan tunggal untuk 12 macam tumor marker biasanya diperlukan sekitar 10 cc darah.

"Jika Anda melakukan pemeriksaan tunggal untuk 12 macam tumor marker, biayanya sekitar Rp3juta-Rp4juta. Dengan Biomarker C-12ProteinChip, biaya bisa ditekan menjadi Rp1,5 juta. Kami juga memberikan potongan harga 20 persen hingga akhir bulan ini," beber Ampi.

Teknologi memang kian memudahkan manusia,dan Biomarker C- 12 Protein Chip sebagai terobosan baru layak dicoba,terutama untuk pemantauan terapi kanker. Bagi Anda yang sehat dan selepas melakukan pemeriksaan Biomarker C-12 Protein Chip hasilnya dinyatakan negatif tumor, bolehlah berlega hati, tapi harus tetap waspada.

Sebaliknya jika hasilnya positif, jangan keburu patah arang. Konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan.

ref:okezone.com

Read More..

MINUMAN soda berkarbonasi bisa merusak gigi ?

Wednesday, October 21, 2009

Tak heran bila ditemukan sebuah penelitian yang membuktikan bahwa menenggak white wine dapat merusak gigi Anda daripada red wine.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (21/10/2009), berdasarkan penelitian para ilmuwan menemukan white wine, seperti Chardonnay dan Pinot Grigio lebih cepat merusak lapisan gigi daripada red wine macam Merlot dan Claret.

Para peneliti mengungkapkan, white wine dapat memperpanjang pengikisan lapisan pelindung gigi. Sehingga membuat gigi lebih sensitif terhadap dingin, panas, dan makanan manis.

Sementara para peminum red wine dapat meninggalkan noda di gigi yang tidak enak dilihat. Sementara kerusakan yang sama hanya sedikit bila menegak white wine.

Tim dari Johannes Gutenberg University di Mainz, Jerman, menemukan delapan efek dari red wine dan white wine dari Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol dari lapisan gigi pria dan wanita berusia 40-65 tahun.

Sampel gigi mereka direndam dalam wine selama 24 jam, kemudian secara perlahan diteliti di bawah mikroskop. Gigi yang direndam dalam white wine akan lebih hancur daripada gigi yang direndam dalam red whine. Para peneliti pun melaporkannya dalam jurnal Nutrition Research.

"Berdasarkan penelitian ini, dapat diramalkan bahwa sering mengonsumsi white wine sangat mudah menyebabkan pengikisan gigi," ungkap penulis Dr Brita Willershausen.

Berdasarkan penelitian sebelumnya membuktikan, minuman bersoda dan lemon, oranye, serta jus anggur dapat membuat lapisan gigi jadi membusuk.

Jika mengonsumsi kandungan asam dapat membuat gigi rusak, maka kerusakan akan semakin parah saat menggosok gigi secara berlebihan.

Diet, frekuensi menghisap, dan peran air liur dapat membuat white wine tidak merusak gigi. Tak hanya itu saja, para peneliti juga percaya makanan yang kaya kalsium dapat mengimbangi kerusakan.

"Tradisi menikmati keju untuk makanan pencuci mulut atau mengombinasikan minum wine, bisa jadi dapat memberikan efek baik mencegah erosi gigi. Karena keju mengandung kalsium yang tinggi untuk konsentrasi," ucap Dr Brita.

Sementara itu, dalam penelitian lain yang dilakukan New York University pada awal tahun ini menemukan, white wine justru hanya dapat memberi noda di gigi seperti halnya red wine.

Unsur asam dalam white wine meninggalkan noda yang keras pada gigi dan lapisan gigi. Sehingga membuat gigi sensitif terhadap makan, teh, dan kopi.

Read More..

Bahan Alami Jadikan Kulit Anda Berseri

Sunday, September 27, 2009

Memiliki kulit berseri dan bercahaya adalah impian setiap kaum hawa. Tak hanya dengan berbagai rangkaian perawatan di salon kecantikkan terkemuka, kulit berseri juga bisa Anda miliki dengan berbagai cara tradisional.

Konon bahan-bahan alami terbukti dapat memberikan nutrisi yang baik, hingga kulit tetap terlihat sehat dan terawat. Kulit yang cantik kini bisa Anda dapatkan melalui bahan alami seperti, kopi dan outmeal.

Oatmeal

Jenis makanan yang satu ini ternyata tak hanya sehat untuk jantung oatmeal namun juga sangat berkhasiat bagi kesehatan kulit. Caranya mudah, sediakan 5-6 sendok outmeal, madu secukupnya dan susu bubuk atau susu cair.

Campur seluruh bahan menjadi satu, jika menggunkan susu bubuk berarti anda harus menambahkan air, secukupnya. Aduk menyerupai bubur, kemudian oleskan pada kulit dan gososk hingga sel-sel kulit mati terangkat. Kemudian bersihkan tubuh dengan menggunakan sabun yang sesuai jenis kebutuhan kulit Anda.

Kopi

Kopi terbukti mengandung anti oksidan yang sangat tinggi, sehingga bisa membantu mencegah penuaan dini pada kulit. Berbagai manfaat lainnya yang bisa Anda dapatkan dari kopi, diantaranya bisa membuat kulit anda terasa lebih lembab, kencang dan bersih.

Untuk meraciknya, sediakan bubuk kopi dan garam secukupnya, kemudian seduh dengan air panas selama 20 menit. Dan gosokkan kopi tersebut ke seluruh tubuh hingga sel-sel kulit mati terangkat sempurna kemudian bersihan tubuh dengan mandi seperti biasanya.

sumber:okezone.com

Read More..

Diligent Sex involve Sexy!

Thursday, September 3, 2009


Sexually active were able to make a woman twice felt more sexy. On average the happiest women are those who most regularly have sex and healthy.

On the other hand proved to be sexually active could be happier than financially prosperous. That glimpse of the results of research by David Blachflower, economic experts from Dartmouth College and Andrew Oswald of Warwick University in England

Blachflower and colleagues investigated the relationship between happiness and sexual activity at about 16,000 people that they made the sample.

They found that sex was a strong influence and positive effect on happiness itself. Even sex practically identical with happiness. But that does not mean living in poverty and are sexually active can make life more happy and meaningful.

As reported by the Journal of Money, Sex and Happiness: An Empirical Study published by the National Bureau of Economic Research, there is a change in the pattern of sex once per month to twice a week is equivalent to feeling happier after getting additional income of U.S. $ 50,000, for the average average worker in America.

"These results also prove that the money still determines a person's happiness, though not as much as economists think. We must also look at the psychological and realize there are other things more important than just the financial side," Blanchflower said.

Meanwhile, other studies mention of sexual activity in men, women, gay atupun proved to increase testosterone levels, although the effects of testosterone increase more common in women. Increase in testosterone in women increasingly easier for them to have an orgasm, improve self-confidence, and makes them look more sexy

The first study of two research studies conducted by the Department of Psychology, Simon Fraser University, Canada's, reveals women and men can change their hormone levels based on how often they hugged, cuddled or intercourse, which automatically will increase testosterone levels.

Rise and fall of testosterone levels did affect health, although the increase was still detected in normal limits.

"The first study found a positive effect on the increase in testosterone levels," explained study leader Sari van Anders.

Published research for Hormones and Behavior journal, examined the level of testosterone in 49 women before and after cuddling, intercourse and physical exercise.

After sexual activity, respondents were asked to fill questionnaires including the experience of orgasm, levels of sexual desire, and the feelings they felt after intercourse.

In this case too beperan exercise, since physical exercise also helped change the condition of one's biochemistry.

The study noted the respondents testosterone levels before and after hugging and sexual intercourse are significantly different.

Increasing testosterone levels rise after intercourse. The higher the level of testosterone, the female orgasm, the better, and feeling increasingly sexy on the next day.

Read More..

Brain stimulation with Movement

Tuesday, August 25, 2009

Gymnastics not only make the body fit. Gymnastics can also stimulate your baby's brain. Gymnastics popularly called brain gym can also be done while playing. Which parent does not want her to grow optimally developed. Therefore, to know the child grows optimally developed or not, every parent should know the milestones (stages) at each age child development.

"The parents should also note, that the growth-optimal flower will be supported by optimal brain growth," said psychologist from the Center for Child Growth Therapy YAMET (Foundation Medical Exercise Therapy), Tri Gunadi OTR (Ind.) SPSI.

Tri said, the fastest brain growth occurs only in the first year of life of children, and will not happen again. Therefore, do not ever wasted the golden opportunity.

At the time a child turns three years old, his brain has formed 1000 trillion or network connection, which is about twice as much relationship as adults have. This period is called the golden period or during the golden child. Since the gold is, should parents give brain stimulation in children.

Brain stimulation growth will impact the optimal developing in children. "Brain stimulation can be done in various ways. First, good nutrition, good macro-nutrient and micro-nutrients. Second, the brain games and sensory games and the third, with a brain gym or exercise the brain," he explained.

Brain Gym is a series of simple movement exercises to stimulate the brain in learning easy. In a fast exciting activities, and can increase the excitement as this exercise is very helpful in moving the limbs, coordinate movement, and skills.

"Brain Gym helps children to be able to utilize the full potential of its natural brain through movement and touch," he said when a speaker in the Smart Parents Conference held Frisian Flag.

It's important to learn in a variety of activities, such as learning to walk and run (do movement activities to think and move at the same time).

Gymnastics is also able to increase the attention (the activity carried out to focus on one thing and understand it). While the eye movement, brain, and body, also helps children to read more smoothly.

"Brain Gym enables children to learn without stress," he said. Tri explained, gymnastics is a very simple activities to stimulate children.

Movement in this exercise does not require materials or special place. That is, these exercises can be done anytime and anywhere. Not only stimulates the brain, brain exercise can also improve self-confidence. The results are also quick and can be explained in neurophysiological. This is what makes brain gym is very effective to handle children who have learning barriers and stress.

"Brain Gym is also recognized as one technique is best learned by the National Learning Foundation USA and is widespread in many countries," he said.

The movement in this exercise will also open parts of the brain is entirely closed or obstructed. Child psychologist from the University of Indonesia, Gisella Tani Pratiwi SPSI, said to stimulate the child choose the light and movement can be done while playing.

"Playing is something that is done without any coercion or voluntary, enjoyable, and fun. Therefore, do movements to stimulate children through play.

Read More..

Stomach stapling may cut women's cancer risk

Monday, July 6, 2009

However, procedure didn't have the same effect in men, study finds

Women who have their stomachs stapled not only lose weight, they also may reduce their cancer risk by up to 40 percent, new research says.
In a study of more than 2,000 fat people who had surgery to reduce the size of their stomachs, Swedish researchers found women who had the procedure were less likely to get cancer than those who did not.

But for some reason, the surgery didn't have the same effect in men; there was virtually no difference in the cancer rates in men who had the surgery and those who did not.
Story continues below ↓advertisement | your ad here

The research was published online Wednesday in the medical journal, Lancet Oncology.

A previous study has shown that stomach stapling surgery can prolong the lives of men and women by up to 10 years compared to those who don't have it. Two other studies have suggested women in particular benefit from a lower cancer risk after getting the weight loss operation.

Scientists have long thought fat people have a higher cancer risk, possibly because fat cells produce hormones that might lead to the disease. But doctors haven't been able to prove that losing weight in other ways, including dieting, reduces that risk.

"This is one more piece of evidence in a complex puzzle," said Dr. Len Lichtenfeld of the American Cancer Society, who was not linked to the Lancet Oncology study. "There seems to be a relationship between weight and cancer, but there is a missing link we don't understand."

Swedish researchers followed 2,010 obese patients from 1987 after they had their stomachs stapled, for about 10 years. Men and women were considered obese if they had a body mass index above 34 and 38 respectively. Experts say that a normal body mass index ranges from 19 to 25.

Researchers also tracked 2,037 fat people who did not have the surgery. For patients who got their stomachs stapled, most lost about 20 kilograms (44 pounds). In people who did not have the surgery, most gained a little over 1 kilogram (2 pounds, 3 ounces).

source:health today

Read More..