Baru aja googling, eh.. dapet info ini..
sepertinya udah lumayan usang sih artikelnya, cuman.. sepertinya agak menarik untuk di posting karena mungkin banyak juga yang belum membaca mengani artikel ini.. ok deh.. keep reading.
Sebuah penelitian di Jepang mengungkap, orang yang jarang sarapan pagi, berisiko kehilangan keperawanan lebih dini.
Tentu bukan karena jenis sarapannya. Masyarakat Jepang yang melewatkan kesempatan sarapan saat remaja, umumnya memiliki masalah dengan keluarga. Sementara remaja kerap menjadikan hubungan seks sebagai pelariannya.
Penelitian tersebut melibatkan 3.000 orang yang tidak memiliki budaya sarapan pagi selama mereka dewasa. Hasilnya, rata-rata responden melakukan hubungan seks pertama kali pada usia 17,5 tahun. Data ini dibawah rata-rata hilangnya keperawanan secara keseluruhan di Jepang yaitu pada usia 19 tahun.
Sementara mereka yang masa remajanya memiliki budaya sarapan pagi rutin, rata-rata melakukan hubungan seks pertama kali pada usia 19,4 tahun. “Remaja yang memiliki masalah terkadang menjadikan hubungan seks sebagai pelarian,” kata Kunio Kitamura, kepala Japan Family Planning Association, lembaga yang melakukan penelitian ini. Kementrian kesehatan Jepang juga turut membantu penelitian ini.
“Jika remaja melakukan hubungan seks pertama kali, mereka akan pulang larut malam. Paginya mereka bangun telat dan melewatkan kesempatan sarapan,” katanya.
“Remaja yang memiliki masalah terkadang menjadikan hubungan seks sebagai pelarian,”
Jepang merupakan salah satu negera dengan angka kelahiran rendah. Ini dikarenakan budaya hidup mereka yang pekerja keras dan lebih mementingkan karir.
Studi in juga mengungkap, hampir 40 persen pasangan suami istri, tidak melakukan hubungan seks lebih dari sebulan. Alasannya sudah terlalu lelah sampai di rumah dan mereka menganggap hubungan seks itu sakit.(afp)
Jarang Sarapan Pagi Bisa Renggut Keperawanan Lebih Dini
Posted by Biroe21 at 9:07 PM 0 comments
Labels: Ciuman, health, Keperawanan, ML, Rumah Tangga, sensual, Sexy, Teenager, Wanita
Mengapa Wanita Sulit Orgasme!
JIKA Anda belum pernah mencapai orgasme, Anda tidak sendirian. Penelitian menunjukkan sekitar 10 persen wanita belum pernah mengalami orgasme dan 50 persen wanita mengalami masalah sulit terangsang.
Mengapa ada begitu banyak wanita yang sulit mencapai klimaks? Menurut Dr Gail Saltz dan Dr Drew Pinsky, ahli masalah seksual dari Amerika, ada beberapa penyebab, salah satunya perbedaan biologis dan perbedaan pengetahuan tiap wanita tentang tubuhnya.
Untuk Anda yang ingin mengetahui apa saja faktor-faktor penyebabnya, buku Seni Menikmati Seks karya Andreas Lee Tan mampu menjawabnya:
Faktor Biologis dan Psikologis
Meski belum bisa dibuktikan secara ilmiah, namun para ahli menduga ada perbedaan faktor biologis, dalam hal ini sensitivitas pada rangsangan, pada sesama wanita. Itu sebabnya ada wanita yang setiap berhubungan bisa mencapai dua kali orgasme, tapi ada pula yang belum pernah orgasme meski sudah menikah bertahun-tahun.
Faktor lain yang sangat berpengaruh adalah faktor psokologis. Meski jaman sudah modern, masih banyak wanita yang tidak mau menuntut terlalu banyak dalam perkawinannya. Wanita dalam golongan ini biasanya memandang hubungan seksual sebagai pelayanan kepada suami, bukan hubungan intim yang seharusnya memuaskan kedua belah pihak. Akibatnya wanita itu akan bersikap pasrah pada sikap pasangan.
Menurut dokter Saltz, dua faktor tersebut, bilogis dan psikologis, akan mempengaruhi saraf di otak sehingga ada hambatan untuk mencapai klimaks. Persoalan akan semakin parah jika seorang wanita tidak memiliki pengetahuan yang cukup soal organ intimnya sehingga tidak tahu bagaimana menuntun pasangan untuk membantunya mencapai klimaks.
Butuh Variasi
Pria dan wanita merupakan dua makhluk yang berbeda, termasuk dalam hal mencapai kepuasan seksual. Secara umum rata-rata dibutuhkan waktu 20 menit mulai dari perangsangan hingga intercourse sebelum wanita mencapai klimaks. Sedangkan pada pria waktunya lebih singkat lagi.
Selain itu wanita membutuhkan banyak variasi foreplay, termasuk saling menggoda dan cumbu rayu. Keterbukaan komunikasi sangat penting di sini, misalnya menunjukkan daerah sensitif mana yang senang untuk disentuh atau cara berhubungan seperti apa yang sedang diinginkan. Menurut dokter Pinsky, hanya 20 persen wanita yang bisa mencapai orgasme hanya dengan intercourse, sisanya stimulasi secara oral.
Faktor-faktor lain yang mempengaruhi pencapaian orgasme seorang wanita di antaranya, obat-obatan (antidepresan dan antihistamin), kecemasan, depresi, alkohol, perubahan hormon, menopause, memiliki bayi, serta rasa takut dan malu terhadap seks.
Kepuasan seksual merupakan hak setiap orang dalam suatu perkawinan. Terganggunya kehidupan seksual akan menyebabkan gangguan pada aspek kehidupan lainnya. Jadi jangan ragu bisa meminta bantuan ahli untuk mengatasi hambatan seksual, baik psikis maupun fisik.
Posted by Biroe21 at 12:48 AM 0 comments
Labels: Making Love, orgasme, Payudara, Pregnancy, Rumah Tangga, sensual, sex, Tips and Trick
Perlambat Proses Penuaan dengan Seks
SAAT berhubungan intim, bisa jadi kaum pria tidak terlalu memerhatikan apakah pasangannya merasa nyaman atau tidak dengan "permainan" nakal yang dilakukannya. Padahal, kenyamanan memegang peranan penting untuk memuaskan si dia.
Jika kondisi ini yang dihadapi, biasanya kaum hawa hanya memendamnya dalam hati. Bila hal tersebut yang tengah Anda hadapi, maka Anda harus memastikan pasangan merasa nyaman dengan 'perlakuan' yang berhubungan dengan seks.
Pasalnya, berdasarkan studi yang dilakukan oleh Dr David Weeks, Clinical Neuropsychologist dari Rumah Sakit Scotland's Royal Edinburgh, seks dapat memperlambat proses penuaan.
Tapi, ada syaratnya. Apabila antarpasangan suami istri (pasutri) merasakan nyaman ketika berhubungan intim. Sebab, bila tubuh dalam kondisi siap menerima "serangan" dari pasangannya. Miss V wanita akan mengeluarkan banyak cairan pelumas, yang mana ini mempermudah jalan masuknya Mr P.
Seperti yang dilansir dari Care Fair, meningkatnya produksi estrogen turut andil dalam merawat rambut agar senantiasa sehat. Konon, dari hasil penelitian David Weeks. Kulit juga tampak lebih bersinar jika pasutri memiliki kehidupan seks yang harmonis.
ref:okezone.com
Posted by Biroe21 at 1:37 AM 0 comments
Labels: Ciuman, Foreplay, Montok, multiple orgasme, Natural Beauty, orgasme, Perawatan, Pernikahan, Rumah Tangga, sex, Tips and Trick
Ternyata, Wanita Lebih Suka Selingkuh
Lelaki kadung dianggap sebagai biang perselingkuhan. Fakta terbaru, kini justru lebih banyak wanita yang berselingkuh. Biasanya, wanita berselingkuh dengan lelaki penguasa. Nah!
Perselingkuhan di kalangan pria selama ini, dianggap sudah menjadi hal yang biasa. Perselingkuhan dan pria adalah dua sisi mata uang. "Dia (pria) tak bisa mengunci celananya," begitu kalimat yang biasa muncul. Atau, "Pria tak pernah bahagia dengan apa yang dia punya di rumah."
Betulkah?
Agaknya, itu tinggal mitos. Sebuah survei terbaru menunjukkan, empat dari 10 wanita berselingkuh. Bandingkan dengan pria: hanya tiga dari 10.
Sebuah penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan dilakukan Opera North. Mereka melakukan jajak pendapat terhadap 3.000 orang dewasa. Mereka menemukan satu dari lima wanita merasakan sensasi dari perselingkuhan. Satu dari empat wanita memburu laki-laki asing yang menarik perhatian mereka.
Kecuali itu, satu dari empat wanita mengaku mereka tak tahan bercinta dengan lelaki yang mengenakan pakaian seragam. Dan, satu dari lima wanita berselingkuh dengan orang-orang yang berkuasa.
Wanita lebih suka berselingkuh ketika mulai bosan dengan relasi mereka. Dan, satu dari lima wanita berselingkuh mengatakan itu hanya pernah terjadi kalau mereka minum-minuman beralkohol terlalu banyak.
Ada lagi alasan lain wanita berselingkuh. Mereka menganggap hidup terlalu singkat. Dan, mereka tak pernah percaya pada relasi yang monogamis. Setidaknya, lebih seorang dari 10 wanita mengakui hal itu.
Perselingkuhan dalam waktu lama, memang menghadirkan risiko tinggi. Dan, sepertiga dari perselingkuhan untuk waktu yang panjang itu, akhirnya diketahui suami atau teman hidup mereka.
Toh, masih saja ada yang menyoal hasil penelitian ini. "Meskipun penelitian terhadap 3.000 wanita ini termasuk luas, saya kira perlu diperhatikan tentang riset yang digunakan di sini. Untuk menilai statistik ini, kita perlu tahu lebih banyak tentang mereka, yakni soal-soal yang harusnya relevan. Misalnya, bagaimana latar belakang relasi mereka," ujar Leila Collins, seorang psikoterapis.
Menurutnya, satu hal yang ditunjukkan riset ini adalah bersamaan dengan kebebasan dan ekualitas wanita, muncul pula peluang lebih bagi wanita untuk tidak bisa dipercaya.
"Pandangan yang selama ini ada adalah lelaki suka berkumpul atau keluar bekerja dan tak bisa memelihara mata. Kini wanita memiliki kesempatan yang sama hampir di seluruh area. Jadi mereka punya peluang yang sama untuk bertemu orang selain partner mereka," ujar Collins.
Di sisi lain, dia melihat angka-angka itu juga menunjukkan dilema yang dihadapi wanita di era sekarang ini. Kadang-kadang dilema ini membuat mereka tak puas dengan kehidupan perkawinannya.
"Kini, kita bekerja lebih lama, mencoba membesarkan anak-anak, dan memiliki kehidupan sosial yang gila. Mungkin itu terlalu banyak sehingga kita tak punya waktu yang cukup bersama partner atau orang yang kita cintai," tuturnya lagi.
Meski begitu, menurutnya, menggoda bukanlah sesuatu yang tak ada salahnya. Yang salah adalah jika membawanya ke level berikutnya.
Menurut riset itu, wanita yang nyaris berselingkuh, atau sudah berselingkuh, tak pernah melakukannya karena kecelakaan begitu saja. Selalu ada masalah dalam kehidupan relasinya yang menyebabkan hal itu terjadi.
"Apakah secara seksual, emosional, atau perasaan butuh sedikit kesenangan, adalah jawaban atas persoalan ini sebelum perselingkuhan dimulai," ujarnya.
Collins pun memberi saran: jika pernah berselingkuh, duduklah dengan tenang, lakukan kontemplasi sebelum memutuskan mengaku kepada partner sendiri. "Jika kita pikir harus menghadapinya dan bisa berlanjut, cobalah. Pengakuan bukanlah selalu jadi jawaban," katanya pula.
source:inilah.com
Posted by Biroe21 at 4:28 AM 0 comments
Labels: Pernikahan, Rumah Tangga, Selingkuh, Wanita